24 Agustus 2013 - 19:30
Terbongkar Lagi, Video Korban Zat Kimia Rekayasa Teroris

Disiarkan kembali oleh televisi Pemerintah Suriah yang menyebutkan, adanya dua orang yang secara tidak sengaja tampak dalam video menyuntikkan sesuatu kedalam tubuh mayat menunjukkan korban sebelumnya dibunuh dengan cara lain, lalu kemudian dengan suntikan zat kimia, mayat-mayat akan rusak dan tampak seolah penyebab kematiannya akibat keracunan zat kimia.

Menurut Kantor Berita ABNA, pada rabu (21/8) oleh kelompok teroris, militer Suriah dituding telah menggunakan senjata kimia dalam satu agresinya berhadapan dengan kelompok teroris dibeberapa wilayah pinggiran kota Damaskus. Akibat dari serangan yang disebut menggunakan senjata kimia tersebut jatuh korban jiwa sebanyak ribuan orang dari mayoritas rakyat sipil, terutama dari kalangan anak-anak. Untuk memperkuat tudingannya, kelompok teroris menyebarkan foto dan video dari para korban. Pemerintah Suriah menolak keras tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai provokasi teroris untuk memperburuk citra pemerintah Suriah dimata internasional terlebih lagi  dengan keberadaan tim investigasi PBB di Suriah untuk meneliti penggunaan senjata kimia yang disinyalir digunakan oleh militer Suriah. Kedatangan tim investigasi PBB tersebut atas undangan pemerintah Suriah untuk membuktikan diri tidak bersalah dan berlepas diri dari tudingan dan fitnah tersebut.

Rusia telah membeberkan foto-foto dan tayangan video hasil tangkapan satelit yang menyebutkan militer Suriah tidak bersalah dan kelompok teroris sendiri yang telah membantai warga sipil Suriah dan menyebut militer Suriah sebagai pelakunya. Bukti lain ketidakterlibatan militer Suriah adalah diantara video yang disebar melalui Youtube, yang menampilkan warga yang diklaim sebagai korban senjata kimia justru diupload sehari sebelum kejadian. Hal tersebut menunjukkan adanya rekayasa dan para korban telah dipersiapkan sebelumnya oleh kelompok teroris.

Diantara video lainnya yang membongkar rekayasa tersebut, dalam upaya mengelabui tim investigasi PBB bahwa mayat yang bergelimpangan benar mati karena keracunan zat kimia, tampak dua orang dari video yang diedar sedang menyuntik diantara jasad korban yang telah dijejer rapi. Video yang diunggah sendiri oleh kelompok teroris untuk menunjukkan bukti adanya mayat-mayat korban dari penggunaan senjata kimia justru digunakan oleh pemerintah Suriah untuk menyerang balik tudingan tersebut dan melalui video yang sama ditunjukkan bahwa teroris telah melakukan perbuatan keji untuk menjatuhkan pemerintahan Bashar Assad.

Disiarkan kembali oleh televisi Pemerintah Suriah yang menyebutkan, adanya dua orang yang secara tidak sengaja tampak dalam video menyuntikkan sesuatu kedalam tubuh mayat menunjukkan korban sebelumnya dibunuh dengan cara lain, lalu kemudian dengan suntikan zat kimia, mayat-mayat akan rusak dan tampak seolah penyebab kematiannya akibat keracunan zat kimia.